Langsung ke konten utama

HIDUP ADALAH SENI MENGGAMBAR TANPA PENGHAPUS ~JOHN GARDNER~

"Hidup Adalah Seni Menggambar Tanpa Penghapus" - John Gardner-

Baru saja saya tidak sengaja membaca kalimat yang sangat mengena buat saya pribadi dan bisa saya jadikan acuan dalam menjalani hidup ini. Kalimat ini saya peroleh dari tweet seorang teman, dia mengutip kalimat dari John Gardner. Saya sendiri kurang tahu apakah John Gradner yang dimaksud adalah John Gardner yang merupakan seorang novelis asal Inggris yang terkenal dengan novel-novel James Bond-nya ataukah John Gardner yang merupakan novelis asal Amerika Serikat. Entah John Gardner yang mana, yang penting kutipan kalimatnya berarti bagi saya.

Kalimat John Gardner tersebut adalah berikut ini:

"Life is the art of drawing without an eraser" (Bahasa Inggris)

Kalau saya coba artikan dalam bahasa-bahasa lain kurang lebih artinya menjadi seperti ini:

"Leven is de kunst van het tekenen zonder een gum" (Bahasa Belanda)

"La vie est l'art du dessin sans une gomme à effacer" (Bahasa Prancis)

Sedangkan Kalau dibahasaindonesiakan maka kurang lebih maknanya adalah:

"Hidup adalah seni menggambar tanpa penghapus"

Entah kenapa, saya setuju dengan kalimat si John Gardner itu. Bagi saya pribadi, hidup itu seperti kertas putih yang siap kita isi dengan tulisan, gambar, lukisan ataupun sekedar coretan yang mampu memberikan warna pada hidup kita itu. Namun, sekali kita sudah menggoreskan tinta atau apapun ke atas kertas putih itu, maka tidak ada kesempatan buat kita menghapusnya, karena memang tidak ada penghapus untuk menghapusnya. Yah setidaknya dalam ingatan kita lah. Yang bisa kita lakukan adalah melanjutkan coretan kita pada kertas putih itu sehingga bisa menjadi gambar yang bermakna dan indah. 

Begitupun dalam hidup, kalau kita sudah melangkah dan menjalani sesuatu, maka yang bisa kita lakukan berikutnya adalah membuat apa yang kita telah jalani menjadi sesuatu yang indah dan berarti. Itulah indahnya seni menjalani hidup. Tidak ada kata kembali, lalu hapus yang salah kita jalani, yang ada adalah lanjutkan hidup dan buat hidup kita indah dan menyenangkan.

Yups, benar sekali kata John Gardner: "Hidup adalah seni menggambar tanpa penghapus". 

Selamat menggambar hidup kita.





Komentar

  1. Bagus sekali, saya akan pakai ini untuk acuan hidup saya juga

    BalasHapus
  2. @bopelnews
    Bopelnews Menyediakan Berita Seputar Sepak Bola Terlengkap Dan Terupdate

    Yuk baca sekarang juga berita- berita hangat seputar sepak bola dunia

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDIDIKAN KARAKTER

Peran Pendidikan Karakter dalam Melengkapi Kepribadian   Pada awalnya, manusia itu lahir hanya membawa “personality” atau kepribadian. Secara umum kepribadian manusia ada 4 macam dan ada banyak sekali teori yang menggunakan istilah yang berbeda bahkan ada yang menggunakan warna, tetapi polanya tetap sama. Secara umum kepribadian ada 4, yaitu : 1. Koleris : tipe ini bercirikan pribadi yang suka kemandirian, tegas, berapi-api, suka tantangan, bos atas dirinya sendiri. 2. Sanguinis : tipe ini bercirikan suka dengan hal praktis, happy dan ceria selalu, suka kejutan, suka sekali dengan kegiatan social dan bersenang-senang. 3. Plegmatis :  tipe ini bercirikan suka bekerjasama, menghindari konflik, tidak suka perubahan mendadak, teman bicara yang enak, menyukai hal yang pasti. 4. Melankolis : tipe ini bercirikan suka dengan hal detil, menyimpan kemarahan, Perfection, suka instruksi yang jelas, kegiatan rutin sangat disukai. Di atas i...

RPP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Satuan Pendidikan       : SMA Negeri 32 Jakarta Selatan Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Islam Kelas/semester           : X (Sepuluh) / 1 Materi pokok              : Akhlak Alokasi Waktu             : (2 x 45 menit) A.     KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR No. KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1. 1.2   Akhlak 2. 2.1 Memahami masalah akhlak 1.       Menjelaskan pengertian akhlak dalam kehidupan. 2.       Menjelaskan pengertian akhlak menurut tokoh Islam; Imam Ghazali dan Ibnu Miskawaih. 3. 3.1 Memahami induk-induk akhlak terpuji 1. ...